Komunikasi Antarpribadi Pada Pasangan Suami Istri Muda yang Istrinya Tetap Bekerja
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk dapat menemukan fakta dan cara yang tepat dalam bersikap dan berkomunikasi antar pribadi bagi pasangan suami istri yang baru menikah khususnya bagi istri yang tetap bekerja. Penelitian ini menggunakan metodi penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan objek penelitian berdasarkan studi lapangan yang mampu memperlihatkan fakta-fakta yang ada. Peneliti mendapatkan sumber data melalui informan atau narasumber, yaitu pasangan muda yang baru menikah. Data dibagi menjadi 2 yakni data primer dan data sekunder. Data primer melalui wawancara dengan narasumber, data sekunder melalui buku-buku, internet, & jurnal. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa semakin rendah tingkat konflik pekerjaan maka semakin tinggi tingkat kepuasan perkawinan suatu pasangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses komunikasi antar pribadi pasangan suami istri yang baru menikah sangatlah penting. Di zaman sekarang ini suatu keberatan bagi istri tetap bisa bekerja menjadi suatu hal yang relatif / tergantung dari masing-masing individu. Tidak ada hal yang menetapkan bahwa istri bekerja adalah suatu hal yang salah. Meresponi hal ini, terdapat 3 hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas komunikasi antar pribadi suami istri, yaitu: 1. Memahami & menjalani peran masing-masing dalam keluarga, 2. Menetapkan urutan prioritas terhadap aktifitas yang akan menjadi tanggung jawab dalam keluarga, 3. Menyusun strategi komunikasi antar pribadi setelah kedua nya sepakat akan bentuk aktivitas seperti apa yang akan dijalani selama menjalani kehidupan berumah tangga.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Basit, T. N. (1996). ‘I’d hate to be just a housewife’: Career aspirations of British Muslim girls. British Journal of Guidance & Counselling, 24(2), 227–242.
Budyatna, M., & Ganiem, L. M. (2011). Teori Komunikasi Pribadi (Pertama ed.). Jakarta, Indonesia: KENCANA PREDANA MEDIA GROUP.
Christensen, G. (1963). The Changing Image. Iowa State University Veterinarian, 26(1), 2.
DeVito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication (fourteenth ed.). United States of America: Pearson Education Limited.
Fitri Meliani, Sunarti, E., & Krisnatuti, D. (2014). Faktor Demografi, Konflik Kerja-Keluarga dan Kepuasan Perkawinan Istri Bekerja. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen, 7(3), 133–142.
Komunikasi, P., Karier, W., Mempertahankan, D., Keluarga, K., & Bahu, D. I. K. (2013). Sri Wulanderi Sane. (2).
Kusumaning, D. P., & Lestari, P. S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72–85.
Najoan, H. J. I. (2015). Pola Komunikasi Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Di Desa Tondegesan Ii Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Acta Diurna, V(4), 1–7.
Nancy, M. N., Wismanto, Y. B., & Hastuti, L. W. (2014). HUBUNGAN NILAI DALAM PERKAWINAN DAN PEMAAFAN DENGAN KEHARMONISAN KELUARGA. PSIKODIMENSIA, 13(1), 84.
Suryabrata, S. (2002). Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Valcour, M., & Ladge, J. J. (2008). Family and career path characteristics as predictors of women’s objective and subjective career success: Integrating traditional and protean career explanations. Journal of Vocational Behavior, 73(2), 300–309.
Wismanto, Y. B. (2014). Dengan Keharmonisan Keluarga. 13(1), 84–97.
DOI: http://dx.doi.org/10.33376/ik.v5i2.375
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright of Communication Design : Jurnal InterKomunika
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
















