LITERASI LINGKUNGAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI DESAIN INTERSTUDI

Dewi Rahmawaty, Nadiroh Nadiroh, Achmad Husen, Agung Purwanto, Tri Handayani

Abstract


Abstract:

The development of the design industry has resulted in the emergence of a fast design trend, which causes the accumulation of waste in the environment from the rest of mass production and used products that have been wasted. Based on observations made by researchers at the Interstudi Design College in the even semester of the 2020/2021 academic year that student environmental literacy learning activities still look low, which is shown by students of fashion design, visual communication design, interior design multimedia design, most of them pay less attention to the ongoing design process, learning and ignore it, such as making designs without paying attention to environmental aspects, and so on. The research method used is descriptive research method with a quantitative approach. Descriptive research, namely, research carried out with the aim of knowing the value of the independent variable which amounts to at least one variable without making comparisons, or correlating with other variables. Student environmental literacy learning activities that appear are generated from observation sheets which include several indicators that have been able to achieve the learning activity indicators which produce 1) Visual indicators with a percentage of 85.3%, 2) Listening indicators with a percentage of 82, 4%, 3) Oral indicators with a percentage of 77.5% 4) Writing indicators with a percentage of 88.2%, 5) Mental indicators with a percentage of 80.9 &%., and 6) Emotional indicators with percentage results by 76.5%. The total of the six indicators can be accumulated with a percentage result of 81.8% belonging to the very high category. Based on the hypothesis test that has been carried out using the run test, the significance value of 1,000 is obtained, which means greater than 0.05, meaning Ho is accepted, so the conclusion is that the student environmental literacy learning activity data is random.

Key Words: Literasi, Student, Design, environment

 

Abstrak:

Perkembangan industri desain mengakibatkan munculnya tren fast design, yang menyebabkan penumpukan limbah dilingkungan dari sisa produksi masal serta produk bekas yang sudah terbuang. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di Sekolah Tinggi Desain Interstudi semester genap tahun ajaran 2020/2021 bahwa aktivitas belajarliterasi lingkungan mahasiswa masih terlihat rendah yang ditunjukan oleh mahasiswa desain busana, desain komunikasi visual, desain multimedia desain interior sebagian besar kurang memperhatikan jalannya proses desain berkelanjutan, pembelajaran dan mengacuhkannya, seperti membuat design dengan tidak memperhatikan aspek lingkungan, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif yaitu, penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui nilai dari variabel mandiri yang berjumlah minimal satu variabel tanpa membuat komparasi, atau mengkorelasikan dengan variabel yang lain. Aktivitas belajar literasi lingkungan mahasiswa yang muncul dihasilkan dari lembar observasi yang meliputi beberapa indikator yang telah mampu mencapai indikator-indikator aktivitas belajar tersebut yang menghasilkan 1) Indikator Visual dengan hasil presentase sebesar 85,3%, 2) Indikator Listening dengan hasil presentase sebesar 82,4%, 3) Indikator Oral dengan hasil presentase sebesar 77,5% 4) Indikator Writing dengan presentase sebesar 88,2 %, 5) Indikator Mental dengan hasil presentase sebesar 80,9 &%., dan 6) Indikator Emosional dengan hasil presentase sebesar 76,5 %. Jumlah ke enam indikator tersebut dapat diakumulasikan dengan hasil presentase sebesar 81,8 % termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan uji hipotesis yang sudah dilakukan dengan menggunakan uji run test didapat nilai signifikansinya sebesar 1,000 yang berarti lebih besar dari 0,05 artinya Ho diterima, sehingga kesimpulannya adalah data aktivitas belajar literasi lingkungan mahasiswa bersifat acak.

 

Kata Kunci: Pengetahuan, Mahasiswa, Desain, Lingkungan

References


Afandi, R. (2013). Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup Melalui Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar sebagai Alternatif Menciptakan Sekolah Hijau. Pedagogia, 2(1), 98–108.

Ahmad, M. (2010). Pendidikan Lingkungan Hidup dan Masa Depan Ekologi Manusia.

Jurnal Forum Tarbiyah, 8, 57–71.

Akinoglu, O., & Tandogan, R. O. (2007). The Effects of Problem-Based Active Learning in Science Education on Students Academic Achievement, Attitude and Concept Learning. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 3(1), 71–81.

Al-dajeh, H. L. (2011). Assessing Environmental Literacy of Pre-Vocational Education

Teachers in Jordan. College Student Journal, 46(3), 492–507.

Alpusari, M. (2013). Analisis Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Dasar Pekanbaru. Jurnal Primary Program Studi PGSD FKIP Universitas Riau, 2(2), 10–17.

Amburgey, J. W., & Thoman, D. (2012). Dimensionality of the New Ecological Paradigm: Issues of Factor Structure and Measurement. Environment and Behavior, 44(2), 235–256.

Anwar, Y., Rustaman, N. Y., & Widodo, A. (2013). Kemampuan Subject Spesifik Pedagogy Calon Guru Biologi Peserta Program Pendidikan Profesional Guru (PPG) yang Berlatar Belakang Basic Sains Pra dan Post Workshop. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2), 157–162.

Astuti, Y. (2013). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif pada Materi Kalor. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(1), 88–92.

Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta.

Atmojo, S. E. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam peningkatan Hasil Belajar Pengelolaan Lingkungan. Jurnal Pendidikan, 43(2), 134–143.

Chin, C., & Chia, L.-G. (2004). Problem-Based Learning : Using Students Questions to Drive Knowledge Construction. Science Education, 88, 707– 727.

Desfandi, M. (2015). Mewujudkan Masyarakat Berkarakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata. Sosio Science Education Journal, 2(1), 31–37.

Dunlap, R. E., Liere, K. D. Van, Mertig, A. G., & Jones, R. E. (2000). Measuring Endorsement of the New Ecological Paradigm : A Revised NEP Scale. Jurnal of Social Issues, 56(3), 425–442.

Ghufron, A. (2010). Integrasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa pada Kegiatan Pembelajaran. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 13–24.

Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Haryati, S. (2012). Research and Development (R & D) Sebagai Salah Satu Model Penelitian dalam Bidang Pendidikan. Jurnal UTM, 37(1), 11–26.

Haske, A. S., & Wulan, A. R. (2015). Pengembangan E-learning Berbasis MOODLE dalam Pembelajaran Ekosistem untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan Siswa pada Program Pengayaan. In Prosiding Seminar Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya. Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret.

Hsu, S. (2010). The Effects of an Environmental Education Program on Responsible Environmental Behavior and Associated Environmental Literacy Variables in Taiwanese College Students. The Journal of Environmental Education, 35(2), 37–48. http://doi.org/10.3200/JOEE.35.2.37-48

Husna, S. (2013). Penerapan Model Problem Based Learning pada Konsep Perusakan dan Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMA Negeri 1 Sabang. Jurnal EduBio Tropika, 1(2), 97– 100.

Indriawati, A., Susilowati, S. M. E., & Supardi, K. I. (2016). Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Bahan Ajar Berorientasi Sumberdaya Perairan Terhadap Karakter Peduli Lingkungan dan Hasil Belajar IPA. Journal of Primary Education, 5(2), 88–96.

Istikomayanti, Y., Suwono, H., & Irawati, M. H. (2016). Pembelajaran Eksperiensial Group Investigation (GI) Sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa Kelas IV MI. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(1), 57- 71.

Kemendiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. Jakarta: BNSP.

Köse, S., Gezer, K., & Bđlen, K. (2011). Investigation of Undergraduate Students Environmental Attitudes. International Electronic Journal of Environmental Education, 1(2), 85–96.

Kumurur, V. A. (2008). Pengetahuan, Sikap dan Kepedulian Mahasiswa Pascasrjana Ilmu Lingkungan Terhadap Lingkungan Hidup Kota Jakarta. Ekoton, 8(2), 1–24.

Kusminingrum, N. (2008). Polusi Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Perkotaan Pulau Jawa dan Bali. Jurnal Puslitbang, 1–13.

Landriany, E. (2014). Implementasi Kebijakan Adiwiyata Dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Kota Malang. Jurnal Kebijakan Dan Pengembangan Pendidikan, 2(1), 82–88.

Listiawati, N. (2013). Pelaksaan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan oleh Beberapa Lembaga. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 19(3), 430– 450.

Liu, M. (2005). Motivating Students Through Problem-based Learning. NECC, 1– 24.

Machin, A. (2014). Implementasi Pendekatan Saintifk, Penanaman Karakter dan Konservasi pada Pembelajaran Materi Pertumbuhnan. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(1), 28–35.

Masithussyifa, R., Ibrahim, M., & Ducha, N. (2012). Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berorientasi Keterampilan Proses pada Pokok Bahasan Sistem Pernapasan Manusia. BioEdu, 1(1), 7–10.

Matondang, Z. (2009). Validitas dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED, 6(1), 87–97.

McBride, B. B., Brewer, C. A., Berkowitz, A. R., & Borrie, W. T. (2013). Environmental Literacy, Ecological Literacy, Ecoliteracy: What Do We Mean and How Did We Get Here ? Ecosphere Esajournals, 4(5), 1–20.

Mukhyati, & Sriyati, S. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Perubahan Lingkungan Berbasis Realitas Lokal dan Literasi Lingkungan. In Seminar Nasional XXI Pendidikan Biologi (pp. 151–161). Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret.

Mulyana, R. (2009). Penanaman Etika Lingkungan Melalui Sekolah Perduli dan Berbudaya Lingkungan. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED, 6(2), 175–180.

Nasution, R. (2016). Analisis Kemampuan Literasi Lingkungan Siswa SMA Kelas X di Samboja dalam Pembelajaran Biologi. In Prosiding Seminar Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya (Vol. 13, pp. 352–358). Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret.

Nurgiyantoro, B. (2008). Penilaian Otentik. Jurnal Cakrawala Pendidikan, (3), 250–261.Ozsoy, S., Ertepinar, H., & Saglam, N. (2012). Can Eco-Schools Improve Elementary School Students ’ Environmental Literacy Levels ? Asia-Pasific Forum on Science Learning and Teaching, 13(2), 1–25.

Pe’er, S., Goldman, D., & Yavetz, B. (2007). Environmental Literacy in Teacher Training: Attitudes, Knowledge, and Environmental Behavior of Beginning Students. The Journal of Environmental Education, 39(1), 45–59. http://doi.org/10.3200/JOEE.39.1.45-59

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

Rahayu, E. E. (2014). Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Berbasis Information and Communication Technologies (ICT) pada Materi Mengelola Dokumen Transaksi. Jurnal Pendidikan Akutansi, 2(2), 1–7.

Rahmawaty, Dewi; Nadiroh; Husen, Achmad; Purwanto, Agung; Astra, I Made. 2021. “Sustainable Fesyen Sebagai Upaya Gerakan Zero Waste Dalam Pembangunan Berkelanjutan Oleh Desainer.” Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2 (2): 431–37.

Reis, G., Guimaraes-iosif, R., & Reis, J. (2009). Media and Environmental Literacy : Making School Relevant. Leituras Transdisciplinares de Telas E Textos , Belo Horizonte, 5(9), 26–40. http://doi.org/10.17851/1809- 8150.5.9.26-40

Sanjaya, W., Darmawan, D., & Supriadie, D. (2014). Pengembangan Perangkat Kurikulum dan Rancangan Pembelajaran. Pedagogia, 12(2), 126–135.

Saribas, D. (2015). Investigating the Relationship between Pre- Service Teachers Scientific Literacy, Environmental Literacy and Life-Long Learning Tendency. Science Education, 26(1), 80–100.

Setyowati, R., Parmin, & Widiyatmoko, A. (2013). Pengembangan Modul IPA Berkarakter Peduli Lingkungan Tema Polusi sebagai Bahan Ajar Siswa SMKN 11 Semarang. Unnes Science Educational Journal, 2(2), 245–253.

Sulistiyoningsih, T. (2015). PBL Bernuansa Adiwiyata Dengan Blended Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Karakter Peduli Lingkungan. UJMER, 4(2), 84–92.

Supinah. (2008). Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika SD dalam Rangka Pengembangan KTSP. Yogyakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Susilastri, S. D., & Rustaman, N. Y. (2015). Students ’ Environmental Literacy Profile in School-Based Nature and in School that Implement the Adiwiyata Program. In Prosiding Seminar Nasional Konservasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam (pp. 263–269). Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret.

Sutarno. (2015). Makalah Utama : Biodiversitas Indonesia : Penurunan dan Upaya Pengelolaan untuk Menjamin Kemandirian bangsa. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(1), 1–13. http://doi.org/10.13057/psnmbi/m010101

Tan, O. (2003). Problem-based learning innovation:Using problems to power learning in the 21st century. Singapore: Thomson Learning.

Tan, O. (2007). Problem-Based Learning Pedagogies : Psychological Processes and Enhancement of Intelligences. Educ Res Policy Prac, 6, 101–114. http://doi.org/10.1007/s10671-007-9014-1

Thiagarajan, S., & Stolovitch, H. (1997). Evaluation of A Mediated Program For Training Teachers of Exceptional Children In Instructional Development. Blomington: Indiana University.

Thomson, J. (2013). New Ecological Paradigm Survey 2008 : Analysis of the NEP results. Waikato Regional Council Technical Report.

Tivani, I. (2016). Pengembangan LKS Biologi Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Karakter Peduli Lingkungan. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 2(1), 35–45.

Tuncer, G., Tekkaya, C., Sungur, S., Cakiroglu, J., Ertepinar, H., & Kaplowitz, M. (2009). Assessing Pre-Service Teachers’ Environmental Literacy in Turkey As a Mean to Develop Teacher Education Programs. International Journal of Educationa Development, 29(4), 426–436. http://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2008.10.003

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.




DOI: http://dx.doi.org/10.33376/jdes.v2i1.1397

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed by: 
Google Scholar Mendeley Scientific Indexing Services   


Copyright of Communication Design : Jurnal Desain

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.